sejarah mukena

L@h!rny@ MukEn@

MUKENA ADA SEBAGAI BENTUK KOMPROMI ANTAR BUDAYA DAN SYARIAH

Mungkin kalian menjumpai mukena di negara Indonesia dan Asia Tenggara lainnya yang mayoritas muslimahnya tidak terbiasa menggunakan kerudung. Tidak seperti di Timur Tengah. Di sana kalian bisa jadi tidak akan menjumpai mukena yang terdiri dari rok dan atasan. Yang ada justru barqa atau abayya.

Tentu ada alas an mengapa demikian. Dulu sebelum islam datang, busana kaumperempuan di Indonesia, tepatnya di Pulau jawa baru sekedar kain panjang jawa ( jarik_batik) tanpa dijahit dan kemben yang dililit. Lalu ketika islam masuk dan disebarkan oleh Walisanga, terjadilah benturan budaya dengan syariah. Salah satunya adalah cara berbusana bagi kaum perempuan.

Dari benturan tersebut lahirlah kompromi-kompromi. Kompromi antaranya Walisanga dengan kaum perempuan di masa itu adalah menggunakan mukena. Yaitu busana sesuai syariah dimana hanya wajah dan telapak tangan yang boleh terbuka yang dipakai ketika melaksanakan shalat. Setelahnya, mereka kembali menggunakan busana pada umumnya.

By : yunita

Published in: on Oktober 5, 2009 at 9:04 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

update your style

update your style

fakta baru"gamis"

Bukan berita baru bahwa gamis sedang naik daun. Trend terakhir mengabarkan bahwa gamis semakin gencar menuai wajah baru.

Inilah fakta terkini tentang gamis :

· Gamis bukan sekedar long dress dengan siluet H atau A. layering ( penumpukan ) tidak terbatas direka dengan memaksimalkan bolero, jaket ataupun rompi.

· Gamis dipadu dengan blus pendek gaya blouson ( menggembung di bagian pinggul ) melahirkan siluet baru yang unik dan ‘tidak itu-itu’ saja.

· Penumpukan busana bersiluet A di atas busana bersiluet yang sama seperti gaun midi (sepanjang betis ) tanpa lengan yang di padu dengan gamis, mungkin belum pernah anda lakukan. Cobalah sekali waktu. Padu paduan ini,memberi nilai tambah pada gamis basic Anda.

Published in: on Oktober 5, 2009 at 8:58 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

fashion note

IMG0777A

jILb@B bUk@n KoRb@n mOdE

APA ARTI JILBAB?

Eh tahu nggaak? Ternyata di negara kita terjadi kerancuan pemakaian kata antara jilbab dan kerudung, padahal makna jilbab beda dengan kerudung lho! Sungguh!

Kalo kita telisik ternyata jilbab memiliki bentuk jama”jalabib, yaitu baju kurung yang tebal yang dikenakan seorang wanita dari kepala hingga kedua kakinya dan menutupi seluruh tubuhnya berikut pakaian dan perhiasan yang dikenakannya.

Sedangkan kerudung adalh kain yang digunakan untuk menutupi kepala, leher, hingga dada. Sementara jilbab meliputi keseluruhan pakaian yang menutup aurat dari kepala sampai kaki kecuali wajah dan telapak tangan ingga pergelangan tangan. So, bedakan artinya ya!

JILBAB=HIJAB

Jilabab dan hijab memiliki pengertian yang nyaris sama. Para ulama sering menyebutnya untuk menunujukkan pakaian yang wajib dikenakan muslimah di depan pria bukan mahram atau bila keluar rumah.

Terus jilbab yang syar’i itu gimana sih? Apa saja kriterianya?

Syaikh Albani menerangkan criteria pakaian seorang muslimah dalam bukunya Al Mar’ah Al-Muslimah fil Kitab was Sunnah. Diantara criteria dan syarat jilbab syar’I adalah sbb:

  1. Menutupi semua badan selain yang dikecualikan.

Fungsi pakaian ya menutupi tubuh, bukan untuk hiasan saja. Allah berfirman yang artinya,”Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin:”Hendaklah mereka mengeluarkan jilbabnya ke seluruh tubuhnya.”(Al-Ahzab:59)

  1. Bukan Perhiasan Lho!

Sabda Nabi:”Ada 3 golongan yang tidak ditanya Allah, diantaranya adalah seorang wanita yang ditinggal suaminya, padahal suaminya telah mencukupi kebutuhan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj ( berhias). Ketiganya itu tidak akan ditanya.” (Riwayat Al-Hajim, Ahmad )

Kamu tahu apa itu tabarruj? Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang kudu ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki.

  1. Kainnya Kudu Tebal (Tidak Tipis)

Kenapa harus tebal? Karena jika tipis, makahanya akan semakin memancing fitnah (godaan) dan berarti menampakan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda,” Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun (hakikatnya telanjang). Diatas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk. “(Riwayat At-Thabrani).

Yang dimaksud Nabi adalah klaum wanita yang mengenakan pakaian tipis, yang dapat menggambarkan bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutupinya. Mereka ity tetap berpakaian namanya, tapi hakikatnya telanjang. Naudzubillah…

  1. Nggak Pake Pewangi atau Parfum

Syarat pakaian muslimah syar’I berikutnya adalah nggak pake pArfum keluar rumah. Nabi pernah bersabda,” Siapapun wanita yang ,memakai wewangian lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.”(Riwayat An-Nasai, Nabi Daud)

  1. Jangan Serupai Wanita Kafir

Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin tidak boleh bertasabuh orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakaian yang menjadi cirri khas mereka.

Terus bagaimana dengan model pakaian dan jilbab atau lebih tepatnya dibilang kerudung yang dimodel dan tidak memenuhi standar tersebut. Kanu tau sendiri jawabannya!

Any Way, Islam telah memberikan pilihan tepat untuk paara muslimahnya dalam pakaian tinggal memilihnya. Apa dia memilih jilbab syar’i yang mulia atau memilih pakaian dan jilbab yang sudah terkena jilbab mode?

By:

YuniTa Tri WuLAndaR

Published in: on Oktober 5, 2009 at 8:50 am  Tinggalkan sebuah Komentar